Cara Atur Pola Makan Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Bagi Penderita GERD

Puasa menjadi salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan pada bulan Ramadan. Namun, bagi penderita gangguan pencernaan, ada kekhawatiran tersendiri saat melaksanakan puasa. Misalnya, yang dirasakan penderita GERD. Menurut dr Sinta, menjalankan puasa bagi penderita GERD tidaklah berbahaya. Justru malah dapat menyembuhkan. Asal, puasa dilaksanakan secara baik dan benar.

Ketika berpuasa saluran pencernaan diberi kesempatan untuk beristirahat. Di saat tidak beroperasi, alat pencernaan pun dapat memperbaiki diri. "Malah ada yang sembuh bener. Ketika berpuasa saluran pencernaan , diberi kesempatan untuk mengobati luka pada lambung," katanya dalam live streaming, Senin (26/4/2021). Oleh karena itu, dr Sinta memberi kunci agar GERD tidak kambuh selama berpuasa yaitu dengan mengatur jadwal makan. Pertama, jangan pernah melewatkan jadwal makan sahur dan berbuka puasa.

Saat berbuka puasa jangan makan terlalu banyak karena dapat menyebabkan katup menjadi longgar. Karenanya, makan harus secara perlahan lahan. Makan yang ringan dulu seperti air putih dan kurma, setelahnya baru konsumsi makanan berat. Jangan lupa di antara makan berat, harus diselingi oleh dua jenis snack. Karena, penderita GERD tidak boleh membiarkan perut benar benar dalam keadaan kosong. "Jumlah makan jangan sampai sepiring penuh. Teh manis, sop buah, kolak semangkok kecil dan makan besar, jangan dikonsumsi sekaligus. Selain membuat ibadah menjadi tidak nyaman, juga dapat menganggu kesehatan," katanya lagi.

Selain jumlah, pilih jenis makanan yang tidak terlalu pedas, asam dan berminyak. Menurut dr Sinta, ketiga makanan ini dapat membuat perut tidak enak. Di samping itu juga, kurangi minuman yang bersoda dan berkafein, seperti kopi dan teh. Karena bisa membuat perut kembung dan gangguan perut. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.